Kategori
Blog

Media Sosial sebagai Saluran Whistleblowing?

Pemanfaatan media sosial saat ini telah menjangkau semua sektor kehidupan. Bahkan mayoritas aktivitas dalam sektor bisnis telah mempergunakan media sosial dengan berbagai fungsinya. Hal ini yang menyebabkan media sosial telah dipergunakan sebagai saluran partisipasi bagi setiap warga negara terutama masyarakat digital (warganet). Dengan karakter partisipastoris membuat para pengguna media sosial terpacu untuk menjadi aktor warganet yang lebih partisipatif dalam segala aktivitas. Dikarenakan lebih sederhana, aman, fleksibel dan mudah dalam penggunaanya, membuat para warganet lebih memilih menggunakan media sosial sebagai sarana whistleblowing dalam melaporkan berbagai bentuk praktik kecurangan (fraud) di semua sektor. Selain itu, pemilihan media sosial sebagai sarana whistleblowing disebabkan memiliki daya tekan lebih tinggi terutama dalam mengungkap berbagai bentuk pelanggaran dan kecurangan (fraud).

Social Media

Hal ini telah dielaborasi dalam Jurnal Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia Volume 6 No 1 Tahun 2021 dengan judul “Media Sosial dan Whistleblowing”. Penelitian yang dilakukan Bambang Arianto ini menilai bahwa berbagai kebermanfaatan media sosial, telah membuat para warganet kemudian berani untuk menjadi seorang whistleblower (pengungkap fakta) bila menemukan indikasi praktik kecurangan (fraud). Hal itu disebabkan, karakter partisipatif yang dimiliki oleh media sosial dapat menjadi sebuah proses pembelajaran bagi warganet untuk bisa lebih berpartisipasi aktif dalam menekan berbagai bentuk praktik kecurangan (fraud).

Finance
Finance and financial performance concept illustration

Artinya pemanfaatan media sosial sebagai sarana whistleblowing tentu akan mempersempit celah terjadinya fraud (kecurangan) yang dipengaruhi oleh faktor peluang (opportunity), tekanan (pressure), rasionalisasi (rasionalization), kompetensi (competence) dan arogansi (arogance). Dengan demikian bisa dikatakan bahwa media sosial bisa menjadi saluran alternatif dalam melaporkan segala bentuk indikasi fraud (kecurangan). Oleh karena itu, sudah saatnya entitas, organisasi, instansi pemerintah hingga korporasi dapat memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai saluran whistleblowing. (*)

 

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *