Kategori
Blog

10 Besar Universitas Nahdlatul Ulama Terbaik di Indonesia tahun 2021 versi Webometrics

 

Universitas Islam Malang

Setiap tahun Webometrics selalu merilis daftar perguruan tinggi terbaik di dunia. Termasuk perguruan tinggi yang di miliki oleh Nahdlatul Ulama. Berikut beberapa perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU)  di Indonesia yang ikut dalam pemeringkatan Webometrics.

Urusan 10 besar perguruan tinggi Universitas Nahdlatul Ulama terbaik di Indonesia antara lain:

1. Universitas Wahid Hasyim

PTNU yang terletak di Kota Semarang ini mendapatkan peringkat 6774 dari seluruh perguruan tinggi di dunia.

2. Universitas Islam Malang

Universitas Wahid Hasyim, Universitas Islam Malang, atau biasa disebut sebagai UNISMA. Merupakan salah satu PTNU yang juga masuk dalam pemeringkatan ini. Kampus ini mendapatkan peringkat 7250 dalam pemeringkatan Webometrics.

3. Universitas Islam Darul ‘Ulum

Universitas Islam Darul ‘Ulum yang biasanya disebut juga sebagai UNISDA. Kampus yang berlokasi di Lamongan ini berhasil menduduki peringkat 7267. Sementara di Indonesia sendiri, kampus ini berhasil menduduki peringkat ke 3 PTNU.

4. Universitas Darul Ulum Jombang

Lebih lanjut, ada Universitas Darul Ulum Jombang juga masuk dari daftar PTNU terbaik. Kampus ini berhasil menyabet posisi peringkat keempat di PTNU di seluruh Indonesia.

5. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya atau biasa disebut sebagai UNUSA. Kampus yang terletak di Kota Pahlawan Surabaya ini juga berhasil menduduki peringkat terbaik di Webometrics. Kampus ini sendiri mendapatkan peringkat ke 5 di Indonesia.

6. Universitas Alma Ata Bantul

Terletak di Kota Bantul, Universitas Alma Ata juga menjadi salah satu deretan perguruan tinggi NU terbaik di Indonesia. Kampus ini berhasil menyabet posisi ke 6 di seluruh perguruan tinggi NU di Indonesia.

7. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Berada di kawasan Jawa Tengah, Kampus Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara juga menjadi salah satu PTNU terbaik di Indonesia. Kampus yang berada di wilayah Kota Jepara ini berhasil menduduki peringkat ke 7.

8. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Blitar

Masih di kawasan Jawa Timur, rupanya kampus yang satu ini juga berhasil menyabet kampus terbaik Nahdlatul Ulama di Indonesia. Kampus yang berada di Kota Blitar ini berhasil menduduki peringkat ke 8 dari seluruh PTNU di Indonesia.

9. Institut Agama Islam Ma’arif NU Metro Lampung

Institut Agama Islam Ma’arif NU Metro Lampung berhasil menjadi satu-satunya PTNU dari Sumatera yang mendapatkan peringkat 10 besar.

10. Universitas Islam Lamongan

10 besar terakhir dari daftar kampus terbaik adalah Universitas Islam Lamongan. Kampus ini berhasil mendapatkan posisi sebagai peringkat ke 10 dari PTNU yang ada di seluruh Indonesia.

 

Kategori
Blog

Media Sosial sebagai Saluran Whistleblowing?

Pemanfaatan media sosial saat ini telah menjangkau semua sektor kehidupan. Bahkan mayoritas aktivitas dalam sektor bisnis telah mempergunakan media sosial dengan berbagai fungsinya. Hal ini yang menyebabkan media sosial telah dipergunakan sebagai saluran partisipasi bagi setiap warga negara terutama masyarakat digital (warganet). Dengan karakter partisipastoris membuat para pengguna media sosial terpacu untuk menjadi aktor warganet yang lebih partisipatif dalam segala aktivitas. Dikarenakan lebih sederhana, aman, fleksibel dan mudah dalam penggunaanya, membuat para warganet lebih memilih menggunakan media sosial sebagai sarana whistleblowing dalam melaporkan berbagai bentuk praktik kecurangan (fraud) di semua sektor. Selain itu, pemilihan media sosial sebagai sarana whistleblowing disebabkan memiliki daya tekan lebih tinggi terutama dalam mengungkap berbagai bentuk pelanggaran dan kecurangan (fraud).

Social Media

Hal ini telah dielaborasi dalam Jurnal Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia Volume 6 No 1 Tahun 2021 dengan judul “Media Sosial dan Whistleblowing”. Penelitian yang dilakukan Bambang Arianto ini menilai bahwa berbagai kebermanfaatan media sosial, telah membuat para warganet kemudian berani untuk menjadi seorang whistleblower (pengungkap fakta) bila menemukan indikasi praktik kecurangan (fraud). Hal itu disebabkan, karakter partisipatif yang dimiliki oleh media sosial dapat menjadi sebuah proses pembelajaran bagi warganet untuk bisa lebih berpartisipasi aktif dalam menekan berbagai bentuk praktik kecurangan (fraud).

Finance
Finance and financial performance concept illustration

Artinya pemanfaatan media sosial sebagai sarana whistleblowing tentu akan mempersempit celah terjadinya fraud (kecurangan) yang dipengaruhi oleh faktor peluang (opportunity), tekanan (pressure), rasionalisasi (rasionalization), kompetensi (competence) dan arogansi (arogance). Dengan demikian bisa dikatakan bahwa media sosial bisa menjadi saluran alternatif dalam melaporkan segala bentuk indikasi fraud (kecurangan). Oleh karena itu, sudah saatnya entitas, organisasi, instansi pemerintah hingga korporasi dapat memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai saluran whistleblowing. (*)

 

Kategori
Blog

10 Perguruan Tinggi Dunia Terpopuler di Media Sosial

Media sosial saban telah menjadi salah satu saluran yang paling banyak digunakan oleh setiap warga negara untuk mencari informasi, interaksi, partisipasi hingga desentralisasi. Hal yang sama juga terjadi pada ranah civitas akademika yang menjadikan media sosial sebagai saluran untuk memberikan informasi terkini dari perguruan tinggi.

Dalam masa pandemi Covid-19 yang telah menimpa di seluruh dunia, membuat media sosial acapkali digunakan untuk berbagai aktivitas seperti; proses belajar mengajar, penerimaan mahasiswa baru hingga penyebarluasan informasi internal dari perguruan tinggi.

Begitu dominannya peran dan fungsi dari media sosial membuat seluruh perguruan tinggi di seluruh dunia berusaha memaksimalkan penggunaan media sosial di masa pandemi Covid-19 untuk menopang berbagai aktivitas akademik dan penelitian.

Merujuk data penelitian dari 4icu.org dapat diketahui seberapa jauh perguruan tinggi di seluruh dunia memanfaatkan media sosial. Hasil penelitian ini dirangkum menjadi kompilasi Perguruan Tinggi dengan Aktivitas Media Sosial Terbaik tahun 2020.

Teknik penelitian ini dengan mencermati jumlah followers (pengikut) dari akun resmi (official) perguruan tinggi masing-masing. Berikut peringkat 10 besar perguruan tinggi di dunia berdasarkan jumlah followers.

Perguruan Tinggi dengan Jumlah Like Terbanyak di Facebook

  1. Harvard University dengan jumlah like 5,669,364
  2. University of Oxford dengan jumlah like 4,043,896
  3. Universidad Nacional Autonoma de Mexico dengan jumlah like 3,224,425
  4. Daffodil International University dengan jumlah like 2,813,226
  5. Hajvery University dengan jumlah like 2,305,103
  6. University of Cambridge dengan jumlah like 2,268,308
  7. Amity University dengan jumlah like 2,018,141
  8. Universiti Teknologi Kreatif Limkokwing dengan jumlah like 1,977,096
  9. Universidade Estacio de Sa dengan jumlah like 1,500,990
  10. Lovely Professional University dengan jumlah like 1,471,481

Perguruan Tinggi dengan Jumlah Follower Terbanyak di Twitter

  1. Universidad Nacional Autonoma de Mexico dengan jumlah followers 3,218,534
  2. King ABdulAziz University dengan jumlah followers 1,600,523
  3. Universitas Indonesia dengan jumlah followers 1,217,422
  4. Harvard University dengan jumlah followers 1,145,727
  5. Massachusetts Institute of Technology dengan jumlah followers 1,102,657
  6. Universitas Gadjah Mada dengan jumlah followers 1,079,886
  7. Universitas Padjadjaran dengan jumlah followers 973,348
  8. Institut Teknologi Bandung dengan jumlah followers 904,827
  9. Universiti Teknologi Kreatif Limkokwing dengan jumlah followers 894,344
  10. Instituto Politecnico Nacional dengan jumlah followers 870,505

Perguruan Tinggi dengan Jumlah Followers Terbanyak di Instagram

  1. Harvard University dengan jumlah followers 1,734,975 serta jumlah post 1593
  2. University of Cambridge dengan jumlah followers 885,031 serta jumlah post 2860
  3. University of Oxford dengan jumlah followers 837,866 dengan jumlah post 1553
  4. Stanford University dengan jumlah followers 805,909 dengan jumlah post 1607
  5. Universitas Gadjah Mada dengan jumlah followers 677,911 dengan jumlah post 1291
  6. Universitas Indonesia dengan jumlah followers 645,923 dengan jumlah post 2233
  7. Universidad Nacional Autonoma de Mexico dengan jumlah followers 623,427 dengan jumlah post 2125
  8. Yale University dengan jumlah followers 493,572 dengan jumlah post 2712
  9. Princeton University dengan jumlah followers 354,503 dengan jumlah post 3027
  10. American Film Institute Conservatory dengan jumlah followers 327,021 dengan jumlah post 2591

Perguruan Tinggi dengan Jumlah Subscribers Terbanyak di Youtube

  1. Harvard University dengan jumlah subscribers 1,180,000
  2. Berklee College of Music dengan jumlah subscribers 1,120,000
  3. Stanford Universit dengan jumlah subscribers 1,100,000
  4. Massachusetts Institute of Technology dengan jumlah subscribers 598,000
  5. Shree Guru Gobind Singh Tricentenary University dengan jumlah subscribers 322,000
  6. Universidade Estacio de Sa dengan jumlah subscribers 321,000
  7. Synergy University dengan jumlah subscribers 320,000
  8. Universitas Darussalam Gontor dengan jumlah subscribers 295,000
  9. Bihar Agricultural University dengan jumlah subscribers 265,000
  10. University of Cambridge dengan jumlah subscribers 231,000

 

Sumber : https://www.4icu.org

Kategori
Blog

5 Besar Platform Media Sosial Terfavorit di Indonesia

5 Besar Platform Media Sosial Terfavorit di Indonesia

Merujuk laporan Hootsuite dalam  “Digital Around The World 2020” menunjukan bahwa pengguna media sosial di Indonesia pada tahun 2020 sekitar 160 juta dengan penetrasi aktif sebesar 64 persen. Sedangkan untuk platform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia per Januari 2020 berdasarkan urutan adalah; Youtube (88 persen), Whatsapp (84 persen) Facebook (82 persen ), Instagram (79 persen) dan Twitter (56 persen).

 

Usia Pengguna Media Sosial

Sedangkan untuk kategori usia yang paling banyak menggunakan media sosial berasal dari umur 18 – 24 tahun dengan rincian 16,1 persen untuk jenis kelamin laki-laki dan 14,2 persen untuk perempuan. Selain itu, untuk kategori usia 25-34 tahun dengan rincian 20,6 persen untuk jenis kelamin laki-laki dan 14,8 persen untuk jenis kelamin perempuan (*)

Kategori
Blog

Urgensi Akuntansi Forensik

Profesi akuntansi forensik di Indonesia semakin berkembang semenjak krisis moneter 1997. Perkembangan ini seiring meningkatnya praktik fraud (kecurangan) dalam sektor publik. Perlu diketahui bahwa akuntansi forensik dan audit forensik memilik makna yang sama. Meski begitu, audit forensik tentu berbeda dengan audit umum. Dikarenakan audit umum harus memberikan opini audit, sedangkan audit forensik tidak ditujukan untuk memberikan opini audit. Dengan demikian, akuntansi forensik merupakan profesi baru dalam audit kecurangan. Sehingga, akuntan forensik lahir dari tanggung jawab fraud auditor untuk melakukan investigasi terhadap hal-hal di sekitar masalah keuangan yang mengarah kepada konsekuensi hukum (Karyono, 2013).

Beberapa pakar telah memperkuat teori akuntansi forensik seperti Larry Crumvley dan Stevenson (2009) yang menyatakan fraud auditor adalah seorang akuntan yang terampil dan profesional dalam mengaudit umumnya akan terlibat dalam kegiatan tentang penemuan, dokumentasi dan pengecahan fraud. Dalam hal ini, akuntan forensik merupakan seorang akuntan yang dapat terlibat dalam fraud audit dan mungkin fraud auditor, tetapi dia dapat menggunakan jasa profesional lainnya seperti jasa konsultasi dan ahli hukum dalam keterlibatan yang lebih luas. Lebih lanjut, seorang akuntan forensik selain memiliki keterampilan akuntansi, juga membutuhkan pengetahuan mengenai ilmu hukum, psikologi, komunikasi hingga tekonologi informasi yang bisa digunakan untuk membantu analisis investigasi.

Hal itu dilandasi dari fungsi dasarnya yang bertugas untuk memberikan alat bukti terutama dimuka pengadilan terhadap berbagai tindak kejahatan. Meski begitu dalam konteks audit forensik terlebih didahului oleh audit investigasi terhadap sebuah tindak kriminal hingga kemudian menjadi saksi ahli di pengadilan. Dalam prosesnya audit forensik bersifat proaktif dan reaktif. Proaktif artinya digunakan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan resiko terjadinya fraud atau kecurangan. Sedangkan reaktif, artinya audit yang dilakukan ketika ada indikasi (bukti) awal terjadinya fraud. Sehingga kemudian audit khusus atau penunjukan khusus ini akan menghasilkan beberapa sinyal ketidakberesan.

Dengan demikian proses dari kegiatan audit forensik yakni dimulai dari pengumpulan, verifikasi, pengolahan, analisi dan pelaporan data untuk memperoleh atas fakta dan bukti konkret lainnya dalam kasus kecurangan terutama keuangan. Dengan begitu titik fokus pada akuntansi forensik lebih kepada pendeteksian, analisis dan komunikasi bukti yang mendasari peristiwa keuangan dan pelaporan (Smith & Crumbley, 2014). Akhirnya, dengan semakin meningkatnya praktik fraud (kecurangan) baik di ranah bisnis maupun politik, dibutuhkan sinergisitas antar stakeholder untuk dapat menyamakan persepsi bahwa peran akuntansi forensik dapat berkontribusi menekan terjadinya praktik fraud (kecurangan) di semua sektor. Urgensi akuntansi forensik ini dapat dimulai dengan membangun forum kajian dan penelitian yang mendalam sehingga semakin memperkuat landasan teori dari akuntansi forensik kedepan.

Kategori
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!